“Ngapain sih musim hujan naek gunung?,
emang gak ribet apa?”
begitulah pertanyaan yang muncul dari beberapa teman ketika tahu bahwa kami
berencana untuk hiking ke Gn. Papandayan.
Sebenarnya
pertanyaan ini sama saja jika ditanyakan kepada para penggiat hobi apapun yang
lain, tentunya dan sudah semestinya mempersiapkan segala sesuatunya sebagai
langkah antisipasi. Seperti rombongan touring
sepeda motor dari kota lain yang kebetulan berpapasan dengan kami diperjalanan.
Bagi orang lain, mungkin akan timbul pertanyaan: “ngapain sih jauh-jauh naik motor, hujan-hujan lagi”.
Yang
terpenting adalah, setiap yang melakukan perjalanan sudah memikirkan segala sesuatunya. Gak ada juga orang yang niatnya menikmati
perjalanan, nyari-nyari susahnya kan? Hehehe.
Rencana
kami hiking ke Gn. Papandayan kali ini memang bertepatan dengan Imlek yang jatuh pada tanggal 31 Januari tahun 2014 ini. Imlek sendiri merupakan Tahun Baru bagi orang Tionghoa dan seperti yang sudah-sudah, biasanya beberapa hari
sebelum dan juga pada saat Imlek hujan akan turun. Konon, masyarakat Tionghoa percaya bahwa hujan pada saat Imlek akan membawa berkah.
Hari
Jum’at sekitar jam 6 pagi, kami ber 6 (2 keluarga) meninggalkan Jakarta, sedangkan
Budi bersama rombongan keluarganya sudah lebih dulu berangkat kemarin malam
menuju Garut.
Sesampainya
di Cisurupan, saya dan John langsung mengambil barisan di dalam mesjid untuk
menunaikan Sholat Jum’at. Sementara para istri dan anak-anak menunggu di
parkiran mobil.
Selesai
sholat jum’at, Mang Cecep yang memang sudah saya hubungi sebelumnya menemui
kami di mesjid dan kamipun bergegas menuju rumahnya. Setelah santap siang dan membereskan beberapa
bawaan, perjalanan berlanjut ke parkiran
bawah pintu masuk Gn. Papandayan dengan menggunakan mobil pick-up (bak terbuka). Di
rumah Mang Cecep lah mobil kami titipkan.
Jalanan menuju parkiran pintu masuk Gn. Papandayan yang lumayan rusak,
memang membuat kami berfikir untuk tidak membawa mobil sampai kesana.
Sampai
di parkiran dengan ditemani hujan rintik-rintik, pendakian pun dimulai. Mang Cecep sekalian mejadi porter bagi
keluarga John, sedangkan keluarga saya memutuskan kali ini tidak menggunakan
bantuan porter.
Sekitar
satu jam perjalanan hujan turun semakin deras.
Namun dengan jas hujan yang sudah disiapkan Azzam dan Hanif tampak tetap ceria dan menikmati sambil sesekali
bermain air yang menggenang di tanah.
Ini
merupakan hiking yang pertama bagi
Hanif. Sedangkan Azzam ini kali kedua
dia ke Gn. Papandayan setelah pendakian pertamanya pada bulan Maret tahun lalu.
Selain
Hanif, sebenarnya masih ada satu anak lagi yang juga merupakan pendakian
pertamanya, Amel. Namun Amel sudah lebih dulu berangkat dengan rombonga Budi
(bapaknya) dan keluarga yang lain.
Sekitar
2 jam perjalanan, sampailah kami di Pondok Saladah dimana kami akan mendirikan
tenda. Rombongan Budi dan keluarga yang sudah sampai disana lebih dulu
menyambut kedatangan kami. Setelah mendirikan tenda dan memberesan barang
bawaan, kamipun mengganti semua pakaian yang basah dengan yang kering.
Malam
harinya saat menyiapkan makan malam seperti janji saya pada istri, saya meramu
sayur-sayuran untuk membuat pecel. Yang
spesial pada pecel ini adalah selain
terdiri dari beberapa jenis sayuran, pecel ditambah dengan honje atau
kecombrang yang disukai oleh Nouf.
Masakan spesial untuknya karena dalam hitungan beberapa jam lagi, adalah hari ulang tahun nya. Selamat ulang tahun, Nouf.
Keesokan
paginya, setelah sarapan roti bakar, seluruh rombongan trekking ke Tegal Alun.
Tegal Alun merupakan padang terbuka yang ditumbuhi oleh Edelweiss.
Beberapa
saat disana, kamipun kembali turun menuju Pondok Saladah yang sejak kemarin
dipenuhi oleh puluhan tenda . Sesampai
di perkemahan setelah mengisi perut lagi dengan makanan kecil, kamipun
membereskan tenda dan barang-barang untuk turun dan kembali ke Jakarta.
Alhamdulillah,
tidak seperti kemarin hujan tak turun selama perjalanan kami dari Pondok
Saladah ke parkiran bawah.
"Children
are great imitators. So give them something great to imitate" -Anonymous
So we bring them to the mountain !
So we bring them to the mountain !
![]() |
Ceria dan semangat! |
![]() |
Menuju Tegal Alun |
![]() |
Di Tegal Alun |
![]() |
3 Keluarga |
![]() |
Seluruh Rombongan |