![]() |
Danau |
Hari
sudah menjelang sore ketika kami sampai di terminal Leuwi Panjang, Bandung dan
untuk mengisi perut yang mulai ‘protes’ karena memang belum makan siang, kami
langsung menuju RM Ampera yang berada di seberang terminal.
Tak
lama setelah selesai makan, hujan pun turun dengan derasnya. Setelah agak mereda, barulah kami pergi
sebuah toko untuk membeli payung yang memang belum kami bawa dari Jakarta.
Setelah
bertanya-tanya ke beberapa orang, dari terminal Leuwi Panjang, ada 2 pilihan
angkutan yang menuju Ciwidey, yaitu menggunakan bis ¾ atau kendaraan umum jenis
colt. Kami memilih untuk menggunakan
bis ¾ dengan pertimbangang akan berangkat duluan (sudah hampir penuh).
Akhirnya
bis yang kami tumpangi tiba di perhentian terkahir setelah sekitar 3 jam
perjalanan, lalu berlanjut dengan angkot yang mengantarkan ke Kampung Cai Ranca
Upas, tujuan akhir kami hari ini.
Hari
sudah gelap ketika kami sampai di pintu gerbang Kampung Cai Ranca Upas. Setelah membayar izin masuk, langkah
selanjutnya adalah makan malam di warung-warung yang ada didalam kawasan. Ketika
menuju warung kami bertemu dengan salah seorang petugas pengelola dari tempat
tersebut, Diki. Kami mengutarakan niat
untuk camping disana, dan terjadilah
kesepakatan penyewaan tenda beserta perlengkapannya.
Malam
itu tak terlalu banyak orang yang camping
disana, yang terlihat hanya ada sekitar 2 atau 3 rombongan saja. Ini juga
mungkin terjadi karena kami datang bukan di hari libur atau weekend di minggu kedua bulan oktober
ini.
Setelah
santap malam, bertiga kami menyalakan api unggun didepan tenda yang cukup
lumayan untuk menghangatkan ujung jari.
Pagi
harinya sebelum matahari beranjak tinggi, kembali menyalakan sisa kayu bakar
semalam hanya untuk sekedar menghangatkan tangan sambil memasak air untuk
sarapan.
“Kalau seperti tadi malam, ya
sekitar 10 derajat lah”
ujar Diki menjawab pertanyaan saya akan suhu udara semalam. Memang, udara yang
kami rasakan malam harinya lumayan dingin. Wajar saja, Kampung Cai Ranca Upas
yang terletak di Bandung Selatan ini berada diketinggian 1700 mdpl dan masih memiliki ekosistem hutan yang
dikelola oleh Perhutani.
Setelah
sarapan dan Azzam sempat bersepeda di sekitar kawasan sambil menunggu dibuka
nya tempat penangkaran rusa. Ya,tujuan
pertama kami hari itu adalah penangkaran rusa yang merupakan salah satu daya
tarik dari kawasan ini. Begitu menaiki
panggung yang disediakan untuk pengunjung, tampak belasan ekor rusa di padang
rumput yang hijau. Diatas panggung tersedia wortel yang dijual untuk para
pengunjung yang ingin memberi makan rusa.
Azzam
dan bundanya tampak sangat menikmati melihat dan memberi makan rusa-rusa
tersebut hingga berbungkus-bungkus. Saat
wortel dijulurkan dari atas panggung, maka rusa-rusa tersebut akan segera
menghampiri.
Setelah
puas memberi makan rusa-rusa, kami beranjak ke kolam renang yang berada tak
jauh dari penangkaran rusa. Sejuknya
udara dan semilir angin di Ranca Upas tak menjadi masalah untuk menikmati
aktifitas berenang. Air di dalam kolam
merupakan air panas alami yang bersuhu 36 derajat. Suasana yang tadinya cukup sepi,
tampal mulai ramai oleh pengunjung yang mulai berdatangan di hari libur
nasional ini (bertepatan dengan Hari
Raya Idul Adha).
Selesai
berenang, kami lanjut ke tempat fasilitas outbound,
namun karena tinggi badan yang belum
cukup (sesuai aturan), Azzam hanya dibolehkan melakukan 1 kegiatan, flying fox. Tak berhenti, aktifitas pun berlanjut dengan
bermain ATV (All Terrain Vehicle) di
trek yang sudah disiapkan.
Semakin sore, pengunjung yang tadinya ramai telah meninggalkan Kampung Cai Ranca Upas. Tampaknya mereka hanya menghabiskan waktu seharian untuk menikmati berbagai fasilitas atau wahana permainan yang ada, tanpa menginap disana. Azzam pun kembali bersepeda dengan riangnya, sebelum kami akhirnya menikmati senja hari itu dengan duduk-duduk di pinggir danau.
Semakin sore, pengunjung yang tadinya ramai telah meninggalkan Kampung Cai Ranca Upas. Tampaknya mereka hanya menghabiskan waktu seharian untuk menikmati berbagai fasilitas atau wahana permainan yang ada, tanpa menginap disana. Azzam pun kembali bersepeda dengan riangnya, sebelum kami akhirnya menikmati senja hari itu dengan duduk-duduk di pinggir danau.
Menjelang
malam kami pun menuju tenda. Tampak hanya ada 2 tenda yang berdiri, selain
tenda kami masih ada 1 tenda lagi yang didirikan disana. Di malam kedua ini kami memindahkan lokasi
tenda kami untuk mendapatkan view berbeda.
Setelah
menyantap makan malam, kami melewati malam dengan keheningan di Ranca Upas sambil
menyalakan api unggun di depan tenda.
Malam semakin larut dan dingin, tak kuasa menahan kantuk, kamipun lalu
masuk ke dalam tenda untuk beristirahat.
Keesokan
pagi harinya, Azzam kembali bersepeda sebelum akhirnya kami berkemas untuk
meninggalkan Kampung Cai Ranca Upas dan bersiap ke Bandung Utara.
![]() |
Rusa di Penangkaran |
![]() |
Ngasih makan rusa |
![]() |
Selamat pagi ! |
![]() |
Bersepeda |
![]() |
Menyiapkan sarapan ;) |
![]() |
Bersiap-siap meninggalkan Ranca Upas |
![]() |
Selamat tinggal Ranca Upas :) |
akhir pekan kemaren sempet maen ke ranca upas, ga nyadar ternyata ada danau-nya.
ReplyDeletemaklum tujuan utamanya ketemu rusa :D
Ow hahaha... ya udah ntar balik lagi aja :)
Deleterusanya jinak-jinak, sempet turun dari atas ke dalam kandang buat ambil beberapa gambar. eh, rusanya pada nyantai, ga takut atau nyerang :)
ReplyDeleteiyah :))
DeleteDisana aja tempat penyewaan tenda ga? Atau emng haru bawa sndri dri rumah?
ReplyDeleteAda kok untuk penyewaan tenda dan alat-alat perlengkapan berkemah nya
DeleteDisana aja tempat penyewaan tenda ga? Sama alat2 kaya untuk bakar2 smbil ngeliwet :D
ReplyDeletejangan khawatir, kayu bakar untuk ngeliwet tersedia :)
Deletemau tanya, biaya sewa tenda dan perlengkapannya berapa ya? terima kasih
ReplyDeleteMmm...mungkin bisa ditanyakan pas kesana mas. tapi waktu itu itu kita sewa tenda sekitar Rp 80,000/malam
Deletewoow...menarik sekali....
ReplyDeleteTerima kasih atas informasinya....
Salam kenal Pak Dede, saya Amdani dari Tangerang
Terima kasih sudah mampir Pak Amdani
DeleteSemoga bermanfaat dan salam kenal :)
Thanx infonya,,tp pgn tanya klo toilet nya gmn? Trus jauh ga dr area camping ground nya?
ReplyDeletetoiletnya gak jauh kok dari camping ground nya.
Deletemakasih udah mampir di blog saya
Boleh nih menjadi alternatif kalau ke Bandung, mau cari suasana yang beda bang. TFS
ReplyDeletelanjutkan.... :))
DeleteKalo camp di samping danau boleh gak pak dede?
ReplyDeleteKalo camp di pinggir danau boleh gak pak dede? Terimakasih
ReplyDeletesetau saya, utk camping sdh disediakan lokasinya dan utk disekitaran danau sepertinya gak ada temppat utk camping
DeletePak kalau transportasi yang lbih enak dari Kopo atau Leuwi Panjang ya? Terus perkiraan ongkosnya berapa kira2?
ReplyDeletealo Uli, waktu itu karena kami bis kami terakhir di terminal leuwi panjang, maka startnya dari sana :))
Deletekalo ongkos leuwi panjang ke ranca upas kira-kira leuwi panjang- terminal ciwidey Rp 10.000/org trus nyambung lagi ciwidey-ranca upas Rp 5.000/org
bisa minta contact person orang yang nyewain tenda nggak ya pak dede
ReplyDeletebisa minta contact person orang yang nyewain tenda nggak ya pak dede
ReplyDelete