![]() |
Danau Mandalawangi |
Begitu
sampai di area Terminal Baranangsiang, Bogor kami melihat dan mencari kemungkinan
transportasi lanjutan untuk mengantar kami ke Cibodas.
Satu-satunya
ada angkutan L300 yang ngetem di dekat pintu tol yang hanya berisi satu
penumpang saja. “wah, kalo kita naik yang itu bakal lama lagi nih”, ujar saya dan
diiyakan oleh sang istri.
Setelah
bertanya ke orang dissekitar, akhirnya kita menyetop angkot jurusan Ciawi. Dari informasi yang kami dapat sebelumnya, akan
lebih mudah mendapatkan angkutan ke Cibodas apabila naik dari Ciawi.
“Kita sampai
disini aja ya? Saya mau mutar balik, tinggal jalan kaki sedikit sampai di lampu
merah”, ujar
pak supir kepada penumpang. Rupanya pak
supir menyerah juga setelah beberapa lama berada dalam antrian kemacetan hari
itu.
Tanpa
bisa mengeluh, semua penumpang pun harus turun dan melanjutkan dengan berjalan
kaki sekitar 500 meter.
Sebelum
menaiki angkutan Elf yang akan membawa kami ke kawasan Puncak, bubur ayam Cianjur
jadi pilihan untuk mengisi perut kami pagi itu.
Waktu
menunjukkan jam setengah satu, akhirnya kami sampai juga di parkiran
Cibodas. Lain dari biasanya, parkiran
dipenuhi mobil-mobil dan motor. Bisa
dibilang ini weekend yang lumayan
luar biasa melihat ratusan motor yang terparkir disana.
“iya, ini juga
rame banget karena ada libur 1 Muharam ”, ujar kang Asep, petugas pintu masuk kawasan
camping mandalawangi saat kami mengurus perizinan camping sekaligus penyewaan
tenda dan matras di camping ground mandalawangi.
Memang
kami berencana untuk menginap di Cibodas setelah hiking ke Air Terjun Cibereum. Ini merupakan camping pertama kami di camping
ground mandalawangi, padahal kami cukup sering trekking ke air terjun atau mendaki gunung lewat Cibodas.
Agar
tidak membuang wakt karena jam sudah menunjukkan pukul setengah dua, makan
siang kami skip. Untuk hiking, selain beberapa jenis snack (makanan ringan) yang memang sudah
kami beli sebelumnya, pisang dan gorengan menjadi menu tambahan untuk menemani hiking hari ini.
Memang
masih ada beberapa orang yang juga baru naik seperti kami, namun pastinya jauh
lebih banyak orang-orang yang turun dari air terjun yang kami temui dijalan.
Setelah
trekking sekitar 1 jam setengah diselingi dengan istirahat sambil mengisi perut
dan foto-foto pastinya, akhirnya kami sampai di Air Terjun yang sudah dipenuhi
oleh ratusan orang. Banyak yang
berkumpul sambil befoto atau berbasah-basah disekitar air terjun yang paling
besar.
Kami
pun mengambil tempat untuk menyantap makanan dan minum sambil menikmati udara
segar sore itu
Setelah
beberapa lama disana, kami meninggalkan air terjun Cibereum dan langsung menuju
camping ground.
Hari
sudah menjelang senja ketika kami memilih untuk menyeruput teh manis dan mie
instant di sebuah warung yang tak begitu jauh letaknya dari tenda kami.
Saat
kembali ke tenda sebelum makan malam, Azzam berujar “Aku senang deh disini”. Dia
jumpalitan kesana kemari di dalam tenda, kegirangan tak karuan.
Sehabis
makan malam di warung dekat parkiran, kami kembali ke tenda dan tidur-tiduran
di depan tenda sambil menikmati sejuknya udara malam itu dan gemericik air sungai
yang berada di depan kami. Disekitar,
tampak beberapa tenda yang orang-orangnya sedang melakukan aktifitas, seperti
memasak, membakar api unggun dan ada juga yang bernyanyi.
Hari
semakin malam, kamipun masuk kedalam tenda untuk beristirahat.
Pagi
hari sekitar pukul 7, kami langsung menuju Danau Mandalawangi. Setelah sarapan, kami lanjutkan dengan
bermain perahu di danau. Azzam yang
ingin fying fox pun menjajalnya kemudian.
Sebelum
kami meninggalkan perkemahan Mandalawangi, Azzam pun sempat bermain-main di sungai
di area perkemahan.
Pukul
10 kurang 15 menit, kami meninggalkan Cibodas untuk kembali ke rumah. Sama seperti kemarin, jalanan raya puncak
dipenuhi oleh kendaraaan yang berlibur hari itu. Angkutan yang akan membawa kami ke Bogor pun
terparkir dijalanan demi menunggu giliran untuk dibukakan jalur satu arah.
Sekitar
pukul setengah lima sore dengan disambut hujan, kami sampai di Bogor. Sebelum akhirnya naik angkutan untuk menuju
rumah, tak lupa menu Simpang Raya memenuhi perut kami yang lumayan sudah minta
diisi.
![]() |
Di dalam angkutan umum (Elf) |
![]() |
Pose di jembatan kayu |
![]() |
Istirahat dulu ah... |
![]() |
Pagi, di depan tenda |
![]() |
Main perahu di danau Mandalawangi |