![]() |
Travel more :) |
Belakangan
ini memang tak dapat dipungkiri travelling
menjadi begitu mem-booming di
Indonesia. Semua orang ingin pergi ke
suatu tempat menarik yang belum pernah dia kunjungi atau mendatangi atas referensi
dari orang lain. Mereka hanya ingin menikmati, melihat keindahan alamnya atau
sekedar bersenang-senang. Apa salahnya dengan itu semua ? Tak ada yang dapat
menyalahkan. Masing-masing orangpasti
punya alasan mengapa dia traveling. Bebas
aja, selagi bukan sesuatu yang negatif. Siapapun tak dapat membatasi orang lain
untuk berpergian ke suatu tempat, kecuali memang tempat-tempat yang memang
perlu mendapatkan izin untuk memasukinya.
"Travel
broadens the mind, raises spirit". Berpergian itu memperluas wawasan,
mengasah jiwa. Semestinya
semangat dari kalimat bijak itu dapat kita rasakan keabsahannya begitu kita
kembali dari berpergian.
Mungkin
dulu pada awalnya manusia hanya menyadari bahwa dunia hanya sebatas kampung
yang mereka diami saja, sungai atau laut yang yang berada di dekat pemukiman
mereka, hutan tempat berburu untuk makan ataupun ladang/kebun yang mereka
garap. Seiring waktu dengan bertambah sesaknya manusia maka mulailah kelompok,
klan, suku melewati batas lingkungannya
memulai suatu yang baru, yaitu pengembaraan.
Alasan
yang paling masuk akal kala itu, tentulah untuk mencari tempat yang lebih
menjajikan untuk hidup. Membuat mereka
harus menyebrangi lautan, padang pasir, perbukitan dan gunung-gunung hingga
mereka menemukan apa yang mereka cari.
Orang-orang
seperti Ibnu Batutta, Marcopolo, Colombus, James Cook dan dilanjutkan oleh
pengembara-pengembara lainnya membuka pintu ke belahan bumi lainnya (kata lain
untuk menyeberangi lintas benua).
Tak
dapat dipungkiri dari para pengembara terdahulu itulah akhirnya kita sebagai
manusia penerus menjadi tahu ada tempat-temat lain dimuka bumi ini. Dari mereka-mereka yang mencatat perjalanan,
menggambarnya diatas kertas, hingga menjadi sebuah benda yang dinamakan peta.
Betapa dahsyat dan agungnya sebuah peta. Dengan pengetahuan itu maka tersadarlah
kita bahwa betapa bumi ini begitu luasnya.
Perjalanan
atau traveling itu akan jauh lebih
bermakna dari sekedar menikmati keindahan alam suatu tempat. Bagaimana kita
memandang kehidupan atau cara hidup orang lain. Menghargainya, mempelajarinya
dan bahkan mencoba untuk beradaptasi dengannya, walaupun dengan segala
keterbatasan waktu yang ada. Karena pada kenyataannya kita adalah makhluk
sosial. Sudah semestinya, orang yang
berstatus sebagai ‘tamu’ untuk dapat menyatu dengan baik itu alam maupun dengan
manusia nya.
Bagi saya pribadi, selain menikmati keindahan
alam banyak nilai-nilai yang dapat saya pelajari selama berpergian, terutama selain traveling sendiri atau bersama teman, saat ini saya sering traveling
bersama istri dan anak saya. Disinilah nilai edukasi dari
sebuah perjalanan dapat kami berikan sekaligus dipelajari langsung oleh anak
kami. Bagaimana mengenalkan alam dan
lingkungan padanya, Menambah
pengetahuan & pemahamannya tentang alam. Dengan beragam flora dan fauna yang belum pernah dilihat sebelumnya tentu saja akan lebih
memperkaya wawasannya.
Merangsang
anak menjadi lebih responsif terhadap lingkungan sekitar sehingga anak lebih
berempati. Saat melakukan berbagai aktifitas outdoor, otomatis seluruh bagian
tubuh akan bergerak dapat melatih kecerdasan motoriknya.
Dari
beberapa pengakuan orang tua kepada saya, banyak orang tua yang tidak ingin
kehilangan masa kebersamaan bersama anak/keluarganya, apalagi dimasa sebelum anak
beranjak remaja. Namun dengan segala kesibukan dan tuntutan, mereka mengakui
sulit untuk mencari waktu yang ‘tepat’.
Pada
dasarnya, para orang tua tersebut sangat tidak ingin kehilangan waktu yang
mungkin sangat singkat itu. Karena
mereka menyadari bahwa dimasa sekarang ini, tak dapat dipungkiri bahwa ketika
anak beranjak remaja, anak akan agak sulit untuk diajak pergi bersama orang
tuanya. Besar kemungkinan mereka sudah akan
lebih memilh untuk pergi bersama teman-teman sebayanya. Bahkan beberapa anak remaja malah merasa malu
jika pergi bersama keluarganya.
“berapa
lama sih anak saya mau bareng jalan-jalan bareng orang tua nya, sebelum mereka
menemukan teman-teman jalan nya sendiri ?” begitu kira-kira pernyataan orang
tua.
Dimasa
sekarang ini, dimana ada sebagian orang tua yang agak sulit untuk mendapatkan
kebersamaan dengan anaknya, dengan melakukan kegiatan traveling bersama-sama, dapat meningkatkan kebersamaan dan
kekompakan keluarga. Karena pada umumnya dalam kegiatan outdoor/ alam bebas
orangtua akan melibatkan diri terhadap aktifitas anak. Disinilah seluruh
keluarga yang mengikuti kegiatan akan menemukan quality time.
Ajaklah
anak mendiskusikan tempat dan kegiatan yang akan didatangi. Menurut saya, jika
kita biasakan si anak berkegiatan bersama orang tua dan melakukan kegiatan yang
mengasyikan bagi seluruh keluarga, mudah-mudahan selalu dapat terjaga hingga
mereka dewasa, walaupun mungkin tidak sesering seperti saat mereka masih kecil.
Tidak ada salahnya jika kita mencoba nya. Paling tidak itu yang saya harapkan.
Kami
sendiri sudah mulai mengajak anak berkegiatan di alam bebas saat dia berusia 15
bulan, dan hingga kini dia menikmatinya.
Dalam
melakukan perjalanan, terutama dalam hal kegiatan di alam bebas, anak akan
mencoba hal-hal baru yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Pengalaman baru akan membuat anak beradaptasi
dengan lingkungan. Mendiskusikan pada
anak kami hal-hal yang boleh / tidak boleh dia lakukan termasuk alasan dan
akibatnya. Keamanan menjadi faktor penting dalam melakukan kegiatan bersama
anak.
Tentu
saja selama ini kami sudah merasakan dan melihat dampak positif dari
kegiatan-kegiatan yang dilakukan terhadap kehidupan atau tingkah laku anak kami
sehari-hari. Dalam hal kepercayaan diri,
pengambilan keputusan, keberanian juga mengemukakan hal-hal yang dia pikirkan.
Tapi bagi saya, dalam traveling tiap orang punya cara, gaya dan tujuan nya masing-masing. Ada yang ingin bersenang-senang, melepas penat, menikmati keindahan alam, mencari sesuatu yang baru, lebih mengenal dan mencintai, sebagai bentuk edukasi, dll. Bahkan ketika ditanya tujuannya ada yang hanya menjawab dengan "I just love it'. Bagi saya, lakukan saja selama itu sesuatu yang positif.
Tapi bagi saya, dalam traveling tiap orang punya cara, gaya dan tujuan nya masing-masing. Ada yang ingin bersenang-senang, melepas penat, menikmati keindahan alam, mencari sesuatu yang baru, lebih mengenal dan mencintai, sebagai bentuk edukasi, dll. Bahkan ketika ditanya tujuannya ada yang hanya menjawab dengan "I just love it'. Bagi saya, lakukan saja selama itu sesuatu yang positif.
“Now I see the secret of making the best person: it is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth.” -Walt Whitman
![]() |
Arung Jeram |
Sejarah letusan Gn. Gede (foto oleh. NZ Anastasia) |
![]() |
Di Kampung Naga |
![]() |
Makan di (warung) lautan pasir Bromo |
Diantara para porter (foto oleh. NZ Anastasia) |