Tiba di Waikabubak, sore itu setelah mencoba
beberapa hotel yang full, akhirnya kami menginap di Hotel Pelita. Memang saya tidak melakukan booking terlebih
dahulu untuk menginap di kota ini.
Sesuai janji dengan Niko, supir rental yang akan
menemani kami hari itu jam 8 pagi kami meninggalkan hotel.
Setelah bertanya dan mendapat masukan dari Niko,
kami memutuskan untuk berkunjung ke salah satu kampung adat di sumba barat,
Kampung Adat Praijing terletak di Desa tebara, Kecamatan Waikabubak. Di kampung ini terdapat 38 rumah tradisional
khas Sumba.
Rumah adat Sumba biasa disebut Uma Bokulu atau Uma
Mbatangu. Uma Bokulu berarti rumah
besar, dan Uma Mbatangu berarti rumah menara.
Rumah yang ada di Kampung Adat Praijing benbentuk rumah panggung dan
memiliki atap yang menjulang tinggi seperti menara.
![]() |
Atap rumah yang menjulang tinggi |
Ketika kami tiba disana, Niko langsung meminta
permisi kepada penduduk lalu mempersilahkan kami untuk berkeliling kampung.
Suasana kampung tampak lumayan sepi, karena di pagi
hari para masyarakat pergi ke ladang atau sawah mereka.
Rumah-rumah di kampung ini dibangun dengan kayu
yang beratap rumbia dan terdapat beberapa kuburan batu megalitik disekitar
rumah warga.
Kampung adat ini terletak di tempat yang agak
tinggi. Konon, di masa lampau ketika masih sering terjadi perang adat maka kampung
didirikan didaerah perbukitan demi alasan keamanan.
Kami singgah di dua rumah penduduk yang kebetulan mereka sedang bersantai di teras rumahnya. Di teras
rumah, kami saling menanyakan pertanyaan-pertanyaan, hingga sang ibu sempat
bercerita tentang anaknya yang sedang merantau di Bali.
![]() |
Azzam memperhatikan Julian yang sedang menenun |
Di salah satu rumah lainnya, kami juga sempat mampir karena
melihat seorang ibu dan anaknya yang sedang menenun kain. Julian anaknya yang berumur 11 tahun sangat
bangga karena selama ini telah berhasil menghasilkan 3 kain tenun, cerita sang
ibu.
Setelah mengucapkan terima kasih dan menyampaikan
salam perpisahan, kami pun berpamitan.
eh ternyata bang dede ke sini juga.
ReplyDeletecakep banget ya kampung ini, apalagi kalo dilihat dari atas gitu, sampe aku jadiin gambar untuk scarf. hihi