Friday, July 14, 2017

Kampung Raja Prailiu, Sumba

kain tenun karya masyarakat kampung raja prailiu

Berbekal informasi yang saya dapat dari seorang teman, Simon Onggo maka mulailah saya membuat perencanaan perjalanan ke Tanah Sumba.
Jadilah saya menelepon Kak Uman, anak dari Mama Margaretha istri dari raja Prailiu (almarhum).  Tujuan kami pertama-tama masuk di Tanah Sumba memang ke Kampung Raja Prailiu yang terletak di Sumba Timur.

Begitu turun dari mobil Kak Uman yang menjemput kami di bandara Umbe Mehang Kunda, Waingapu tampak Mama Eta, panggilan dari Mama Margaretha sudah menyambut kami di teras rumah.
Keramahan beliau tampk dari wajahnya, senyum tulus yang menyambut ‘tamu’ nya.  “Selamat Datang” ucapnya kepada kami bertiga. 
Saya juga sudah saling berbicara melalui telepon dengan mama Eta sebelum kami ke Sumba. 

bersama mama eta

Tak berapa lama, mama Eta memberikan pinang dan sirih kepada kami sebagai simbol keramahan penerimaan tamu. “Kalo tak kuat langsung dibuang saja” ujarnya melihat wajah-wajah kami yang sedang mengunyah pinang dan sirih tadi.  Saya menikmatinya, namun tidak dengan Azzam.  Karena ini kali pertama dia merasakan sirih dan memang rasanya yang khas, dia lantas cepat-cepat meludahkannya.

Percakapan semakin hangat, dari mulai sekedar soal perjalanan kami ke sini, orang-orang yang sudah pernah datang ke kampung raja, hingga ngobrol soal keluarga.  Namun kami terpaksa harus ke homestay Praikamarru untuk menyimpan barang-barang kami dan sekaligus menyegarkan diri.
Oiya, homestay Praikamarru ini dikelola oleh Sarah Hobgen, istri dari Kak Uman.  Saat kami kesana, baru satu homestay yang bisa ditempati, satunya lagi sedang dalam tahap akhir pengerjaan.


Mendengarkan cerita Kak Uman


Azzam bersama 2 orang cucu mama eta

homestay praikamarru

Sekitar jam 4 sore, kami bergegas meninggalkan homestay.  Tadi kami sudah berjanj akan pergi ke bukit wairinding.  Sebelum berangkat, kami bercakap-cakap dengan kak uman disekitar makam raja kampung prailiu.  Dia menceritakan tentang silsilah raj prailiu beserta arti dari symbol-simbol yang ada di makam.

Makam Raja Prailiu

Tak jauh dari kami berada, ada ibu-ibu warga sekitar yang memajang beberapa hasil karya mereka.  Diantaranya kain tenun sumba yang terkenal, kalung, gelang, anting-anting dan yang lainnya.  Biasanya mereka akan menawarkan hasi karyanya ketika ada tamu yang datang ke kampung prailiu.


Beberapa karya yang ditawarkan masyarakat

Hari menjelang sore, sesuai rencana kamipun segera menaiki mobil untuk pergi ke bukit wairinding yang terkenal.


No comments:

Post a Comment

Tips Memilih Jadwal Keberangkatan Saat Berlibur Bersama Balita

Pergi liburan bersama keluarga merupakan salah satu kegiatan yang pastinya menjadi wishlist di tiap tahunnya. Punya waktu yang bisa...